"I am young, but I am willing to learn. And I mean to devote my life in
service of my country and my people. I look for your help in this."
Pemain :
- Emily Blunt - Ratu Victoria
- Rupert Friend - Pangeran Albert
- Miranda Richardson - Duchess of Kent, ibunda Victoria
- Mark Strong - Sir John Conroy
- Jim Broadbent - Raja William IV
- Paul Bettany - Lord Melbourne
Dia masih berusia 18 tahun ketika menjadi ratu, namun dia berhasil menjadi pemimpin Inggris Raya selama lebih dari 60 tahun..... Dan mencatat sejarah sebagai penguasa kerajaan Inggris Raya terlama yang pernah bertahta. Awal mula saya menonton The Young Victoria bukanlah karena apa yang telah saya tulis sebelumnya, melainkan karena keingintahuan saya akan kisah cinta ratu Victoria dan pangeran Albert yang konon katanya adalah kisah cinta pasangan kerajaan yang so sweet banget :D.
Kehidupan di istana tidaklah seindah anggapan orang banyak, setidaknya menurut Victoria kecil. baginya istana bisa menjadi tempat yang menyenangkan namun juga bisa jadi penjara. Sejak kecil dia hidup dengan berbagai peraturan istana yang kadang membuatnya tak betah : Dia selalu tidur bersama ibunya, harus memegang tangan orang dewasa saat naik/turun dari tangga dan sebagainya. Ibunya yang kaku dan selalu dikontrol oleh pengurus rumah tangganya, Sir John Conroy, membuat hubungannya dengan Victoria tak berjalan dengan baik. Conroy ingin mengontrol Victoria dengan memaksanya menanda tangani perjanjian bahwa dia akan mengangkat Conroy menjadi sekretaris pribadinya jika dia menjadi ratu, namun Victoria menolaknya. Saat pamannya, raja William IV meninggal dan Victoria menjadi ratu, dia melarang Conroy menghadiri penobatannya dan tak mengijinkannya berada di rumah tangga kerajaannya serta pindah ke kamarnya sendiri, tak lagi bersama ibunya. Dia juga menunjuk perdana menteri Lord Melbourne menjadi sekretaris pribadinya, yang sebelumnya diutus oleh raja William IV untuk mendampingi dan membantu Victoria.
Mengenai kisah cintanya dnegan pangeran Albert, memang menarik untuk disimak. Pangeran Albert dari Saxe-Coburg-Saalfeld awalnya ingin dijodohkan dengan Victoria oleh pamannya, raja Leopold I dari Belgia, namun ketika bertemu Victoria tak disangka dia jatuh cinta padanya, demikian juga dengan Victoria yang kemudian melamarnya tak lama setelah dia menjadi ratu. Awal pernikahan mereka berjalan bahagia, sampai pangeran Albert merasa dia kehadirannya di istana hanyalah sebagai suami dari ratu Inggris dan tak mempunyai kekuasaan apapun selain itu. Mereka sempat bertengkar hebat, namun berbaikan kembali setelah Albert menyelamatkan Victoria dari seseorang yang berusaha menembaknya ketika mereka sedang berada di kereta.
Kostum dan tata rias yang ada pada film ini sungguh luar biasa, sehingga tak heran The Young Victoria mendapat piala Oscar untuk kedua kategori ini. Selain itu saya juga menikmati akting Emily Blunt yang sangat bagus memerankan Victoria, demikian juga para pemain lain seperti Rupert Friend, Paul Bettany dan lain-lain yang bisa memainkan peran mereka masing-masing dengan baik. Namun satu hal yang mengejutkan saya ketika menonton film ini, yaitu kemunculan putri Beatrice of York sebagai cameo salah satu lady-in-waiting saat Victoria dinobatkan sebagai ratu. Tak mengherankan sebenarnya, mengingat ibunya, Sarah Ferguson, adalah salah satu produser The Young Victoria yang mempunyai ide untuk memfilmkan kisah ratu Victoria ini, karena dia tertarik pada sosok Victoria sejak menikahi pangeran Andrew bertahun-tahun silam. Dengan naskah film yang ditulis oleh Julian Fellowes dan disutradarai Jean-Marc Vallée membuat The Young Victoria menjadi salah satu film berlatar belakang sejarah yang menarik untuk ditonton :D
Nilai = 8/10







