Blog d'Hellen

Kamis, 04 Juli 2013

The Young Victoria - Review Film

  "I am young, but I am willing to learn. And I mean to devote my life in service of my country and my people. I look for your help in this."


 Pemain :

  • Emily Blunt - Ratu Victoria
  • Rupert Friend - Pangeran Albert
  • Miranda Richardson - Duchess of Kent, ibunda Victoria
  • Mark Strong - Sir John Conroy
  • Jim Broadbent - Raja William IV
  • Paul Bettany - Lord Melbourne

Dia masih berusia 18 tahun ketika menjadi ratu, namun dia berhasil menjadi pemimpin Inggris Raya selama lebih dari 60 tahun..... Dan mencatat sejarah sebagai penguasa kerajaan Inggris Raya terlama yang pernah bertahta.  Awal mula saya menonton The Young Victoria bukanlah karena apa yang telah saya tulis sebelumnya, melainkan karena keingintahuan saya akan kisah cinta ratu Victoria dan pangeran Albert yang konon katanya adalah kisah cinta pasangan kerajaan yang so sweet banget :D.

Kehidupan di istana tidaklah seindah anggapan orang banyak, setidaknya menurut Victoria kecil. baginya istana bisa menjadi tempat yang menyenangkan namun juga bisa jadi penjara. Sejak kecil dia hidup dengan berbagai peraturan istana yang kadang membuatnya tak betah : Dia selalu tidur bersama ibunya, harus memegang tangan orang dewasa saat naik/turun dari tangga dan sebagainya. Ibunya yang kaku dan selalu dikontrol oleh pengurus rumah tangganya, Sir John Conroy, membuat hubungannya dengan Victoria tak berjalan dengan baik. Conroy ingin mengontrol Victoria dengan memaksanya menanda tangani perjanjian bahwa dia akan mengangkat Conroy menjadi sekretaris pribadinya jika dia menjadi ratu, namun Victoria menolaknya. Saat pamannya, raja William IV meninggal dan Victoria menjadi ratu, dia melarang Conroy menghadiri penobatannya dan tak mengijinkannya berada di rumah tangga kerajaannya serta pindah ke kamarnya sendiri, tak lagi bersama ibunya. Dia juga menunjuk perdana menteri Lord Melbourne menjadi sekretaris pribadinya, yang sebelumnya diutus oleh raja William IV untuk mendampingi dan membantu Victoria.

Mengenai kisah cintanya dnegan pangeran Albert, memang menarik untuk disimak. Pangeran Albert dari Saxe-Coburg-Saalfeld awalnya ingin dijodohkan dengan Victoria oleh pamannya, raja Leopold I dari Belgia, namun ketika bertemu Victoria tak disangka dia jatuh cinta padanya, demikian juga dengan Victoria yang kemudian melamarnya tak lama setelah dia menjadi ratu. Awal pernikahan mereka berjalan bahagia, sampai pangeran Albert merasa dia kehadirannya di istana hanyalah sebagai suami dari ratu Inggris dan tak mempunyai kekuasaan apapun selain itu. Mereka sempat bertengkar hebat, namun berbaikan kembali setelah Albert menyelamatkan Victoria dari seseorang yang berusaha menembaknya ketika mereka sedang berada di kereta.

Kostum dan tata rias yang ada pada film ini sungguh luar biasa, sehingga tak heran The Young Victoria mendapat piala Oscar untuk kedua kategori ini. Selain itu saya juga menikmati akting Emily Blunt yang sangat bagus memerankan Victoria, demikian juga para pemain lain seperti Rupert Friend, Paul Bettany dan lain-lain yang bisa memainkan peran mereka masing-masing dengan baik. Namun satu hal yang mengejutkan saya ketika menonton film ini, yaitu kemunculan putri Beatrice of York sebagai cameo salah satu lady-in-waiting saat Victoria dinobatkan sebagai ratu. Tak mengherankan sebenarnya, mengingat ibunya, Sarah Ferguson, adalah salah satu produser The Young Victoria yang mempunyai ide untuk memfilmkan kisah ratu Victoria ini, karena dia tertarik pada sosok Victoria sejak menikahi pangeran Andrew bertahun-tahun silam. Dengan naskah film yang ditulis oleh Julian Fellowes dan disutradarai Jean-Marc Vallée membuat The Young Victoria menjadi salah satu film berlatar belakang sejarah yang menarik untuk ditonton :D

Nilai = 8/10

Safe Haven - Review Film





Pemain :
  • Julianne Hough as Katie Feldman/Erin Tierney
  • Josh Duhamel as Alex Wheatley
  • Cobie Smulders as Jo
  • David Lyons as Kevin Tierney  



Nicholas Sparks.. Nama yang tak asing lagi bagi saya sebagai salah seorang penggemar novel-novelnya. Sebagian dari novel-novelnya telah difilmkan, sebut saja The Notebook, Night In Rodanthe, Message In A Bottle, Dear John, dan tentu saja favorit saya yaitu A Walk To Remember (sangat suka Mandy Moore dan Shane West di film ini, di samping Soundtracknya yang luar biasa bagus :D ). 

Kali ini salah satu novelnya kembali difilmkan dengan cerita dan setting yang sangat khas dari seorang Nicholas Sparks : Pria dan wanita yang bertemu pertama kali di kota kecil, berteman lalu saling jatuh cinta. Jika di AWTR Landon dan Jamie saling mengenal sejak kecil di Beaufort, maka di Safe Haven ini Katie (Julianne Hough) dan Alex (Josh Duhamel)  pertama kali bertemu di kota kecil bernama Southporth, Carolina Utara.  Katie kabur dari rumah setelah sebelumnya dia diperlihatkan memegang pisau berlumuran darah. Selanjutnya dia pergi dari kota tempat tinggalnya, mengecat rambutnya dan membeli tiket menuju Southport. Di sana dia bekerja sebagai pelayan di restoran lokal dan berkenalan dengan Alex ketika dia akan membeli cat untuk rumahnya. Selain itu, dia juga berteman dengan Jo (Cobie Smulders), seorang perempuan muda yang tinggal tak jauh darinya.




Alex yang seorang duda beranak dua dan istrinya meninggal karena kanker, perlahan-lahan tertarik dengan sosok Katie, apalagi anak perempuannya, Lexie, langsung menyukai Katie sejak pertama kali mereka bertemu. Namun kisah cinta mereka tak bertahan lama ketika Alex mengetahui kalau nama asli Katie adalah adalah Erin dan dia merupakan seorang buronan polisi yang sedang dicari karena terlibat usaha pembunuhan. Alex yang sangat marah lalu meninggalkan Katie dan memintanya untuk pergi dari kota itu. Katie pun memutuskan untuk menuruti kata Alex walaupun dia sempat dicegah oleh Jo untuk tak meninggalkan Southport. Bagaimana kelanjutan hubungan mereka? Siapa sebenarnya Katie, serta berhasilkah dia pergi dari Southport?




Safe Haven adalah film keluaran tahun 2013 yang dibuat berdasarkan novelnya yang berjudul sama. Awalnya saya tak begitu tertarik menonton film ini, malah cenderung biasa saja. Tetapi siapa sangka ternyata saya langsung menyukai ceritanya yang walau sederhana namun dikemas dengan sangat baik, setidaknya menurut saya :D. Di samping itu, sinematografi Safe Haven yang menarik juga menjadi salah satu faktor saya betah  menontonnya, seperti adegan saat Alex dan Katie naik kano berdua di danau :D. Adegan hujan-hujanan sedikit mengingatkan saya dengan The Notebook (ehmmm). Saya juga menyukai lagu-lagu yang terdapat dalam film ini, walaupun OST AWTR tetap yang terbaik bagi saya.




 Sama seperti novel Sparks lainnya, saya sempat mengira ceritanya akan berakhir dengan open ending, atau sad ending. Karena itu saya tak menyangka kalau Safe Haven ternyata berakhir dengan happy ending, terutama endingnya yang sangat tak disangka-sangka :D. Secara keseluruhan, bagi saya Safe Haven adalah sebuah film yang menarik untuk ditonton, jika Anda ingin menonton drama yang ringan nan romantis.

Nilai = 8,5/10